Tak Berkategori

UPY Talkshow – Mahasiswa Mau Jadi Apa?

Posted on
UPY Talkshow adalah acara talkshow atau gelar wicara yang dikemas dengan suasana santai. Membahas persoalan hangat khususnya yang menyangkut Universitas dan mahasiswa dengan cara sederhana. UPY Talkshow atau Sansed (Santai Sedjenak) digelar di Kampus UPY Gedung baru Fakultas Sains dan Teknologi lantai 5 setiap hari jumat mulai pukul 14.00 wib dan tayang live di Instagram @upyofficial serta youtube UPY Official.

Pada jumat (8/05) lalu UPY Talkshow hadir di episode 2 dengan membahas tema “Mahasiswa Mau Jadi Apa?” dihadiri juga oleh Bapak Danuri M.Pd selaku wakil dekan 3 FKIP UPY bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama yang menjadi narasumber kali ini dan dipandu oleh host Aditya Wahana M.Kom.

Dalam acara talkshow tersebut Bapak Danuri berkesempatan menjelaskan salah satunya tentang bidang Kerjasama. Menurutnya “setiap suatu kampus, suatu negara atau apapun sifatnya adalah sosial dan tidak mungkin berdiri sendiri, artinya setiap Lembaga, Kampus, Instansi dan apapun jenisnya tentu harus bekerjasama dengan pihak lain untuk berkembang.”tegas Danuri. Salah satu contoh adalah saat ini di UPY khususnya di FKIP ada Program SeaTeacher. SeaTeacher merupakan praktik pembelajaran tetapi pelaksanaannya tidak di Indonesia melainkan di luar negeri khususnya di Asia Tenggara antara lain di Thailand, Filipina, Malaysia, dan Myanmar.”jelas Danuri. Jadi kita mengirim mahasiswa ke negara tersebut lalu mahasiswa dari negara tersebut di kirim ke Indonesia, kemudian untuk praktiknya mahasiswa akan berada disekolah-sekolah untuk mengajar sesuai bidang studinya tentunya ada syarat khusus yaitu sekolah-sekolah harus bertaraf Internasional karena akan berpengaruh bagaimana guru dan murid menguasai Bahasa asing.”lanjutnya.

Danuri juga menjelaskan apa itu mahasiswa. Menurutnya mahasiswa harus menjadi agen perubahan salah satunya adalah pola pikir, lalu perasaan bagaimana berempati, bagaimana bersosial dalam kehidupannya dan seterusnya. Jadi itulah bedanya siswa dan mahasiswa yaitu pada pola pikir dan hati, selain itu mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk belajar tidak hanya sekedar dikelas tetapi bisa juga di intra ataupun di ekstra. Itulah kenapa di UPY banyak mengadakan kegiatan-kegiatan baik di intra maupun ekstra sehingga mahasiswa bisa berdealektika dengan orang-orang luar dan tidak hanya di kampus saja dengan begitu mahasiswa bisa lebih mengembangkan dirinya.”jelasnya.

Dengan memfasilitasi mahasiswa baik dari fasilitas SDM ataupun fasilitas-fasilitas yang bersifat fisik berupa gedung-gedung tentunya untuk mengembangkan mahasiswa untuk lebih berkembang dan berprestasi. “kita memiliki Gedung Ormawa untuk memfasilitasi sekian banyak potensi-potensi mahasiswa seperti kepramukaan, UKM Musik, Teater, Menwa, Taekwondo, Pencak Silat dan masih banyak lagi. Jadi kita memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa untuk supaya mereka bisa berprestasi di kancah Nasional maupun Internasional baik akademik maupun non akademik.”tegas Danuri.

Lalu mahasiswa mau jadi apa? Danuri menjelaskan,”pertama mahasiswa yang terpenting bisa menjadi agen perubahan dari pola pikirnya dan perasaannya, berubah untuk dirinya sendiri bagi masyarakat dan sosial, utamanya untuk bangsa dan negaranya seperti kepedulian bagaimana saat seperti masa covid ini, itulah “Humanism”. Kemudian kita harus memiliki rasa global tetapi produk local itulah “Glokal”, dan terakhir kita sebagai mahasiswa maupun yang sudah lulus harus mempunyai jiwa “Entrepreneur” jiwa wirausahawan, jadi selama kita memiliki jiwa entrepreneur kita masih bisa bertahan dan akan selalu survive. Seperti slogan Universitas PGRI Yogyakarta yaitu “Humanism, Glokal, Entrepreneur”. Tegas Danuri.

 

Tak Berkategori

Cegah Penularan Covid-19, PVTO FKIP UPY Produksi Sabun Praktis Cuci Tangan

Posted on
Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif (PVTO) FKIP UPY memproduksi sabun praktis cuci tangan. Produksi sabun praktis cuci tangan tersebut sebagai upaya pencegahan persebaran COVID-19 yang semakin besar akhir-akhir ini. “Penggunaan sabun cuci tangan biasa dirasa kurang praktis dibawa bepergian, hal ini menjadi alasan produksi sabun praktis cuci tangan tersebut”, terang Yulia Venti Yoanita selaku dosen PVTO UPY.

tampilan sabun dan kemasan

Jalur penularan utama virus corona adalah melalui droplet dan udara. Virus tersebut akan masuk ke tubuh orang lain saat orang lain menyentuh permukaan dimana droplet dan udara tersebut menempel. Kemudian, saat mereka mengusap wajah dengan tangan dan bernafas maka mereka akan terpapar Covid-19.

Menurut anjuran BNPB salah satu cara pencegahan penularan penyakit coronavirus (COVID-19) yang terbaik adalah dengan mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan membilasnya dengan air yang mengalir. Sabun praktis cuci tangan yang diproduksi PVTO ini berfungsi untuk mencuci tangan/membersihkan tangan dari virus yang menempel ditangan. Keistimewaan sabun ini adalah praktis dan efektif dibawa kemanasaja dengan menaruhnya di tas, dompet maupun saku sehingga memudahkan orang untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh permukaan apapun.Venti menambahkan jika akan menggunakan sabun ini tinggal mengeluarkan satu lembar sabun dari packingnya kemudian bilas dengan air yang mengalir.

Tak Berkategori

Peringati Hari Kartini, FKIP UPY Bagikan Pulsa Gratis untuk Mahasiswa Terdampak Covid-19

Posted on

Beredarnya virus Corona (Covid-19) menyebabkan masyarakat Indonesia harus membatasi diri dalam beraktivitas sosial (Social Distancing). Sesuai imbauan pemerintah agar masyarakat mengisolasi atau mengkaratina diri sehingga hal tersebut berdampak juga ke dunia pendidikan.

Stand pengisian pulsa gratis bagi mahasiswa UPY terdampak Covid-19 di Kampus UPY Unit 2, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

“Saat ini pendidikan di Indonesia baik tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi melakukan proses pembelajaran secara online. Banyak bermunculan menyikapi pembelajaran online tersebut, terutama terkendala dalam mengikuti pembelajaran secara online, disebabkan biaya kuota internet yang sangat mahal,” ungkap Lara selaku Wakil Gubernur BEM FKIP UPY, Senin (20/4/2020).

Tak Berkategori

Putus Matarantai Penyebaran Covid-19, FKIP UPY Kembangkan Sterilization Chamber

Posted on

Senin, 30 Maret 2019 FKIP Universitas PGRI Yogyakarta me-launching alat Sterilization Chamber (bilik sterilisasi) untuk mencegah persebaran COVID-19. FKIP Universitas PGRI Yogyakarta bekerjasana dengan Prosa Pendidikan Vokasioal Teknologi Otomotif FKIP UPY untuk membuat dan mengembangkan alat tersebut. Pembuatan alat tersebut sebagai langkah pencegahan persebaran virus yang semakin besar akhir-akhir ini. Penggunaan masker dan cuci tangan dirasa kurang menyeluruh ke badan menjadi alasan pengadaan alat ini. Menurut penelitian virus dapat menempel di barang-barang selama beberapa hari, sehingga selain pencegahan untuk diri sendiri perlu adanya pembersihan menyeluruh ke pakaian yang dikenakan secara cepat dan praktis. Hal ini untuk membunuh virus karena droplet atau karena menyentuh permukaan yang tidak diketahui.

Sterilization Chamber berfungsi mengubah air yang sudah dicampur dengan cairan antiseptic menjadi kabut dan melalui pipa dan tekanan udara menyebarkannya ke seluruh bagian tubuh. Pengkabutan ini membuat cairan pembunuh virus lebih banyak menyebar karena barupa kabut dan tidak terlalu membuat basah pakaian. Selain itu alat tersebut menggunakan sensor gerak, sehingga apabila akan menggunakan alat hanya tinggal masuk bilik maka alat akan bekerja secara otomatis. Perlu diketahui, untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna, cairan yang dipakai bukan jenis desinfektan tetapi antiseptic. Jenis ini aman untuk permukaan kulit dan pernafasan manusia.

Pada situasi yang berbeda, Bayu Gilang Purnomo selaku Kaprosa PVTO UPY mengungkapkan “ alat sterilization chamber yang kami rancang aman bagi kulit maupun tubuh, kami harapkan civitas UPY tidak perlu khawatir dalam penggunaannya ”. Beliau juga mengaharapkan alat ini akan diproduksi lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan untuk pencegahan COVID-19 Kamis (9/4/2020). (priyo)

Tak Berkategori

Aksi Solidaritas Mahasiswa : FKIP, Bersama Saling Menguatkan

Posted on

Di tengah pandemi virus corona menyebabkan masyarakat Indonesia harus membatasi diri dalam beraktivitas sosial (sosial distancing). Selain itu untuk mencegah tersebarnya virus corona, pemerintah menghimbau agar para perantauan baik yang bekerja maupun berkuliah untuk tidak pulang kembali ke kampung halamannya. Dua hal ini menyebabkan situasi ekonomi melemah terlebih lagi para pekerja yang pemasukannya secara harian. Daerah Istimewa Yogyakarta yang notabennya banyak terdapat mahasiswa pun ikut terdampak. Banyak mahasiswa perantauan yang masih tertahan di tempat tinggal / kostnya dan sulit untuk keluar.

 

Di tengah wabah ini, KM FKIP UPY melakukan aksi solidaritas dengan membagikan sembako secara gratis kepada mahasiswa FKIP UPY yang membutuhkan. Pembagian ini memprioritaskan mahasiswa perantauan yang masih tertahan di kosnya dan belum bisa pulang ke kampung halamannya. Sembako yang dibagikan berupa 2 Kg beras, 4 Butir Telur, 4 Bungkus Mie Instan dan Minyak goreng. Tercatat sejumlah 70 paket sembako disalurkan ke mahasiswa FKIP UPY.

 

“Selain membantu sesama mahasiswa yang membutuhkan (perantauan dan sebagainya) ini juga sebagai simbolisme perlawanan dan perjuangan mahasiswa sebagai individu sosial dan solid terhadap situasi saat ini yang indonesia hadapi bersama” cetus Mochamad Sihabudin, Gubernur BEM FKIP UPY.

 

Hal tersebut menunjukan bahwa segenap mahasiswa bersama memiliki itikad baik dengan menjunjung asas kemanusiaan dan saling membantu di keadaan kini hari. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib serta mendapat dukungan dari pihak dekan FKIP yang berkontribusi hadir dan membantu segenap kegiatan yang ada.