KEGIATAN SARAHSEHAN “ PERAN PEREMPUAN TANGGUH DARI BANTUL PADA MASA KEMERDEKAAN”

HMP Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantul mengadakan kegiatan Sarahsehan dengan mengusung tema “Peran Perempuan Tangguh dari Bantul Pada Masa Kemerdekaan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 November pukul 09.00 – selesai yang bertempat di Ruang Multimedia Gedung A Universitas PGRI Yogyakarta. Narasumber Sarahsehan kali ini adalah Fahruddin, M.Pd yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Sejarah di UPY.

Acara Sarahsehan ini dihadiri oleh dosen-dosen UPY, mahasiswa Pendidikan sejarah dan perwakilan mahasiswa dari prodi lain dan juga di hadiri oleh Ibu Nitakrit, S.Farm dari Dinas Sosial Kabupaten Bantul. Kegiatan ini diawali dengan sambutan-sambutan dan lanjut pada kegiatan inti yakni pemaparan manteri mengenai “Peran Wanita dari Bantul pada Masa Kemerdekaan” yang mejelaskan mengenai gambaran umum mengenai Dapur umu pada masa agresi Militer Belanda pada saat itu, yang jika tidak ada dapur umum ini maka tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan para prajurit. Di dalam dapur umum ini juga wanita memiliki peran yang sangat besar.

Ibu Djoewariyah Soehardi, beliau lahir di Yogyakarata 25 Desember 1933, Ibu Djoewariyah ini bertempat tinggal di Krapyak sekaligus menjadi tempat beliau menimba ilmu. Beliau hanya lulusan SMP akan tetapi hal itu tidak menjadi penghalang untuk beliau tetap berjuang. Beliau juga mengikuti ilmu panduan khusus yakni ilmu medis dan menjadi srikandi PMI kompi 3. Ibu Djoewariyah ini memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, suka menolong orang lain, rela berkorban, lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri, pantang menyerah dan juga Berani, Ibu Djoewariyah wafat pada tanggal 1 oktober tahun 2021 ini dan di makankan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara.

Dari pemaparan materi Saharahsehan ini kita bisa mengambil contoh dari keteladanan ibu Djoewariyah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Beliau merupakan soerang wanita yang Tangguh dan pemberani. Kita bisa mencontoh nilai nilai keteladanan dari beliau seperti rela berkorban, pantang menyerah walau dalam keadaan apapun, saling membantu teman yang kesusahan dan juga kita selaku generasi penerus bangsa harus selalu menanamkan nilai nasionalisme dalam diri kita.

Sumber : https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/kegiatan-sarahsehan-peran-perempuan-tangguh-dari-bantul-pada-masa-kemerdekaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *